DHCP merupakan akronim dari Dynamic Host Configuration Protocol.
Fungsi DHCP server adalah perangkat yang memudahkan penyebaran IP Address ke sebuah jaringan secara merata tanpa perlu dilakukan dengan manual atau menyebar IP Address satu persatu ke perangkat.
atau secara kasarnya ngasih ip ke pc,laptop atau hp kita.
How DHCP Works
IP Least Discover: yaitu proses saat client meminta nomor IP ke server (broadcast mencari DHCP Server).
IP Least Offer: DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP.
IP Lease Selection: client memilih penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan pesan menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server.
IP Lease Acknowledge: DHCP Server memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi nomor IP dan informasi lain kepada client dengan sebuah ACKnowledgement. Setelah itu server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool.
Lease Period: pemakaian DHCP Client dinyatakan selesai. Nomor IP dikembalikan kepada DHCP Server dan server dapat memberikan nomor IP kepada client yang membutuhkan.
Demikianlah penjelasan dari DHCP Server yang penting untuk Anda ketahui. Semoga artikel ini bisa membantu Anda yang sedang mencari informasi seputar jenis aplikasi server.
oke langsung aja kita configuration DHCP Server pada Cisco Packet Tracer
berikut adalah topologinya :
di sini kita akan memberikan DHCP ke ip tertentu :
N-server
192.46.0.10. s.d 192.46.0.20
N-1
192.46.10.10 s.d 192.46.10.30
N-2
192.46.20.100 s.d 192.46.20.140
berikut adalah IP yang akan didaftari :
Sudah diberikan IP :
R1 - Gig0/0 = 192.46.0.1/24
R1 - Gig0/1 = 192.46.10.1/24
R2 - Gig0/0 = 192.46.10.2/24
R2 - Gig0/1 = 192.46.20.1/24
Server = 192.46.0.5/24
R1 - Gig0/0 = 192.46.0.1/24
R1 - Gig0/1 = 192.46.10.1/24
R2 - Gig0/0 = 192.46.10.2/24
R2 - Gig0/1 = 192.46.20.1/24
Server = 192.46.0.5/24
1. langsung aja kita buka Router 0 setting ip seperti biasa :
Router(config)#int gig0/0
Router(config-if)#ip add 192.46.0.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shu
Router(config-if)#no
shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#int gig0/1
Router(config-if)#ip add 192.46.10.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shu
Router(config-if)#no
shutdown
2. lalu kita konfigurasi Server untuk memberika IP DHCP pada network N-SERVER
-pertama kita berikan ip untuk Server seperti gambar di atas.
-lalu masuk halaman service dan ikuti konfigurasi seperti di bawah ini :
kalo udah tekan tombol save seperti gambar di atas
setelah selesai melakukan konfigurasi di atas, selanjutnya kita coba dhcp client pada pc0 pada gambar di bawah ini.
gambar di atas terlihat pc0 berhasil meminta dhcp client.
2. selanjutnya kita konfigurasi network N-1 dengan memberikan DHCP server pada router 0
berikut konfigurasinya :
Router(config)#ip dhcp pool N1
Router(dhcp-config)#network
Router(dhcp-config)#network
192.46.10.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 192.46.10.1
Router(config)#ip
dhcp excluded-address 192.46.10.1 192.46.10.9
Router(config)#ip
dhcp excluded-address 192.46.10.31 192.46.10.254
(ip dhcp excluded adalah ip yang tidak diberikan kepada dhcp client)
setelah terkonfigurasi mari kita lakukan request dhcp-client pada PC2
terlihat PC2 berhasil mendapatkan DHCP client.
3. lalu kita konfigurasi network N-2 pada Router 1 berikut konfigurasinya :
Router(config)#int gig0/0
Router(config-if)#ip
add 192.46.10.2
Router(config-if)#no
shutdown
Router(config)#int gig0/1
Router(config-if)#ip add 192.46.20.1
255.255.255.0
Router(config-if)#no shu
Router(config-if)#no
shutdown
pada network N-2 DHCP client memintanya ke Router 0
4. maka dari itu kita membuat kedua router terkoneksi dengan Routing RIP berikut konfigurasinya :
Router 0 :
Router(config)#router
rip
Router(config-router)#network
192.46.0.0
Router(config-router)#network
192.46.10.0
Router 1 :
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network
192.46.10.0
Router(config-router)#network
192.46.20.0
5. lalu kita buat DHCP Pool untul network N-2 pada Router 0 :
Router(config)#ip dhcp pool N2
Router(dhcp-config)#net
Router(dhcp-config)#network
192.46.20.
Router(dhcp-config)#network
192.46.20.0
Router(dhcp-config)#default-router
192.46.20.1
Router(config)#ip dhcp
excluded-address 192.46.20.1 192.46.20.99
Router(config)#ip dhcp excluded-address
192.46.20.141 192.46.20.254
(ip dhcp excluded adalah ip yang tidak diberikan kepada dhcp client)
6. setelah konfigurasi Router 0 lalu kita masuk ke Router 1 untuk setting ip helper
guna ip helper ialah Biasanya computer jika ingin mendapatkan IP address secara otomatis (DHCP), akan memintakan IP tersebut kepada DHCP server di dalam satu segmen network (subnet). Bagaimana jika Server DHCP tidak berada dalam satu subnet network dengan computer, malah berada jauh di luar network atau dalam internet. Nah DHCP Relay adalah jawabannya
7. gambar di atas menunjukan N-2 mendapatkan ip dhcp server dari router 0 gig0/1 = 192.46.10.1
berikut adalah konfigurasinya pada router 1:
Router(config)#int
gig0/1
Router(config-if)#ip helper-address 192.46.10.1
8. setelah selesai melakukan konfigurasi ip helper di atas lakukan perminta dhcp-client pada PC4
selesai...
PC4 mendapatkan dhcp-client.
sekian Terimakasih. jika ada penjelasan yang kurang lengkap beritahu di kolom komentar.
Comments
Post a Comment